Main Author and Conceptor


Ronny, MD., M.Kes., AIFO., Ph.D
Departement of Physiology
Universitas Padjadjaran
Bandung
West Java-Indonesia
Contact : ronny.lesmana@unpad.ac.id

Friday, July 8, 2011

Pengendalian pernafasan

PENGENDALIAN PERNAFASAN

Pengaturan pernafasan merupakan kerja refleks yang dimodifikasi oleh kerja volunter (disadari) oleh kortek serebri.

Pengaturan pernafasan terdiri dari pengaturan kimia dan saraf
1.        Pengaturan kimia
Merupakan faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi, kecepatan dan dalamnya gerakan pernafasan. Pusat pernafasan didalam sumsum otak sangat peka pada keadaan asam atau basa sehingga kadar alkali darah harus dipertahankan dalam keadaan normal.
Karbondioksida dalam proses pengangkutannya dari jaringan tubuh akan memproduksi asam (H+)  dari metabolisme sel. CO2 + H2O à HCO3- + H+. H+ (Asam) akan merangsang pusat pernafasan untuk meningkatkan frekuensi nafas dengan  mengirim impuls saraf ke otot pernafasan.
a. Kemoreseptor sentral
   Neuron yang terletak di permukaan ventral lateral medulla
ü  Peningkatan kadar CO2 dalam darah arteri dan cairan serebrospinalis merangsang peningkatan frekuensi dan kedalaman respirasi
ü  Penurunan kadar oksigen hanya sedikit berpengaruh pada kemoreseptor sentral
b. Kemoreseptor perifer
    Terletak di badan aorta dan karotid pada sistem arteri
ü  Reseptor perifer sensitif terutama terhadap penurunan kadar oksigen
ü  Peningkatan konsentrasi ion H+ (penurunan pH) langsung merangsang kemoreseptor perifer

2.   Pengaturan saraf
Pusat pernafasan ialah suatu pusat otomatis di dalam medula oblongata yang mengeluarkan impuls eferen ke otot pernafasan. Melalui beberapa cabang saraf servikal, impuls ini dihantarkan ke diafragma oleh saraf prenikus dan di bagian lebih rendah pada sumsum belakang. Impulsnya berjalan dari daerah thorax melalui saraf interkostalis untuk merangsang otot interkostalis. Impuls ini menimbulkan kontraksi ritmik pada otot diafragma dan interkostal yang kecepatannya kira-kira lima belas kali setiap menit.
a)      Pusat respiratorik medular
b)      Pusat respirasi batang otak (pons) :
pusat pneumotaksis, pusat opneustik
c)      Refleks respiratorik :
refleks inflasi, refleks spinal, iritasi input propioseptor

  • Medula oblongata
merupakan pusat respirasi
dipengaruhi oleh perubahan CO2 dan konsentrasi ion H+
  • Korpus Karotikus dan Korpus Aortikus
merupakan organ kecil (dekat dengan arteri karotikus) berisi sel-sel saraf dan pembuluh darah yang nantinya akan berhubungan dengan medula oblongata
akan mengirimkan impuls ke medula oblongata jika kandungan O2 menurun, CO2 meningkat.
  • Impuls efferent
N. phrenikus dan N. interkostalis
  • Impuls afferent
reseptor regangan dijaringan paru N.vagus ke batang otak

KECEPATAN PERNAFASAN
  1. Hipoventilasi
Pada keadaan kecepatan pernapasan berkurang maka O2 yang masuk berkurang dan CO2  dalam darah meningkat sehingga terjadi penurunan pH. Kemudian, pusat respirasi akan mengirimkan impuls yang menyebabkan kontraksi otot-otot pernafasan meningkat.
                         
  1. Hiperventilasi
Kecepatan pernafasan bertambah maka O2 yang masuk bertambah dan CO2 darah berkurang sehingga terjadi peningkatan pH. Kemudian, impuls akan dikeluarkan untuk menurunkan kontraksi otot-otot pernafasan
    • Kecepatan pernafasan pada wanita lebih tinggi  daripada pria. Pada pernafasan normal, ekspirasi akan menyusul inspirasi dan kemudian ada fase istirahat. Pada bayi yang sakit, urutan ini ada kalanya terbalik dan urutannya menjadi : inspirasi – istirahat – ekspirasi. Hal ini disebut pernafasan terbalik.
    • Kecepatan normal setiap menit :
v  Bayi baru lahir……………………………….30-40
v  12 bulan………………………………………30
v  1 – 5 tahun…………………………………….24
v  Orang dewasa………………………………….10 – 20

No comments:

Post a Comment