Main Author and Conceptor


Ronny, MD., M.Kes., AIFO., Ph.D
Departement of Physiology
Universitas Padjadjaran
Bandung
West Java-Indonesia
Contact : ronny.lesmana@unpad.ac.id

Tuesday, March 13, 2012

Bantuan untuk publikasi ilmiah

PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL
INSENTIF ARTIKEL PADA JURNAL INTERNASIONAL
TAHUN 2012
A. LATAR BELAKANG
Diseminasi hasil penelitian pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari kegiatan
penelitian secara keseluruhan. Diseminasi dapat digunakan sebagai indikator kualitas
penelitian melalui publikasi pada berkala ilmiah yang bermutu.
Dalam masyarakat ilmiah yang relatif belum berkembang, kegiatan diseminasi
melalui penelaahan mitra bestari perlu diberi dorongan dan bantuan insentif yang
memadai. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan gairah peneliti Indonesia
untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di berkala ilmiah bertaraf internasional.
B. TUJUAN
Mendorong dan meningkatkan minat para dosen/peneliti Indonesia yang telah
menyelesaikan penelitian yang bermutu untuk mempublikasikan hasil penelitiannya
dalam berkala ilmiah bertaraf internasional.
C. JUMLAH INSENTIF
Insentif penerbitan artikel ilmiah diberikan maksimum sebesar Rp 30 juta
dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
D. MEKANISME EVALUASI
1. Persyaratan
1. Insentif diberikan kepada dosen/peneliti perguruan tinggi yang artikelnya telah
diterbitkan dalam berkala ilmiah bertaraf internasional (bukan prosiding)
dalam 2 tahun terakhir (tahun 2011 dan 2012). Artikel yang sedang diproses
untuk diterbitkan, tidak dapat disertakan untuk dievaluasi.
2. Artikel ilmiah ditulis dalam salah satu bahasa resmi dalam forum PBB:
Inggris, Perancis, Spanyol, Cina, Rusia, dan Arab.
3. Artikel ilmiah termaksud merupakan hasil penelitian yang dibiayai oleh
pemerintah Indonesia, dan bukan bagian tesis atau disertasi yang diajukan
di perguruan tinggi luar negeri.
4. Pengusul bukan penerima Hibah Penelitian untuk Publikasi Internasional dari
Ditjen Pendidikan Tinggi.
5. Pengusul yang diperbolehkan mengikuti program ini adalah dosen/peneliti
/penulis dari perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
6. Pengusul adalah penulis pertama. Jumlah penulis dalam artikel ilmiah tersebut
maksimal 5 orang, sedangkan bantuan insentif penerbitan hanya diberikan
kepada penulis pertama.
7. Nama institusi Indonesia harus dicantumkan dalam terbitan.
8. Nama penyandang dana supaya dicantumkan dalam persantunan atau tempat
lain dalam artikel.
9. Pengusul diperbolehkan mengusulkan lebih dari 1 (satu) artikel tetapi hanya
diperbolehkan menerima 1 (satu) hibah. Usulan lebih dari 1 (satu) supaya
dijilid terpisah.
10. Pengusul hanya diperbolehkan menerima 1 (satu) kali insentif.
11. Pengusul harus mengisi format Usulan Insentif Penerbitan Artikel Ilmiah.

Panduan Beasiswa Unggulan dari Dikti (Studi S3 atau S2)

Salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia di perguruan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2012 kembali berinisiatif menyelenggarakan program Beasiswa Unggulan (BU) bagi Calon Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tetap. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi akademik dosen dan tenaga kependidikan yang memenuhi kualifikasi unggul. Program BU merupakan beasiswa untuk mengikuti pendidikan bergelar tingkat pascasarjana (Magister atau Doktor) pada perguruan tinggi di dalam dan di luar negeri dengan memprioritaskan pada bidang-bidang keilmuan strategis

http://dikti.go.id/ketenagaan/29%20FEB%202012_PANDUAN%20BU%20DIKTENDIK%202012.pdf

Mempelajari Model Pernafasan


Model-model pernafasan.



1.    Model Donders.

Model ini untuk mempelajari pernafasan yang dilakukan oleh diafragma.

Model ini terdiri dari sebuah sungkup kaca yang di bawahnya dipasang selaput karet (diumpamakan diafragma tubuh). Pada bagian atas ditutup oleh prop karet yang berlubang 3, lubang pertama dimasuki pipa kaca yang di bagian dalamnya (dalam sungkup) dihubungkan dengan balon karet (paru-paru),

lubang kedua dimasuki pipa kaca yang menghubungkan dunia luar dengan ruang antara balon dengan dinding kaca (dinding dada) yang dianggap sebagai rongga pleura dan lubang ketiga dimasuki pipa kaca yang menghubungkan rongga pleura dengan manometer air untuk mengukur perubahan tekanan rongga pleura. Tarik dan tekan diafragma seperti diagfragma tubuh yang sedang bekerja, perhatikan dan tuliskan perubahan-perubahannya.



2.    Model menurut Hamberger.



Model ini akan memperlihatkan peranan-peranan otot-otot intercostalis sesuai dengan jalannya serabut-serabut pada pernafasan. Dalam model ini dibuat sternum, ruas tulang belakang, costae dan otot intercostalis buatan dari kayu dan karet. Pelajarilah bagaimana otot-otot intercostalis bekerja pada waktu respirasi.